Blog

Minyak Esensial Beli Dimana?
...

Minyak esensial beli dimana? Mungkin apabila mendengar pertanyaan ini beberapa tahun yang lalu masih aneh. Untuk apa mencari dan membeli minyak esensial, bukankah hanya untuk aromaterapi saja? Akan tetapi, sekarang pertanyaan tersebut bukan lagi hal yang aneh atau jarang didengar. Berkat manfaatnya yang berlimpah, kini minyak esensial menjadi salah satu item favorit yang banyak dicari. Bahkan, sebenarnya jika ditelusuri pemanfaatan minyak esensial itu sudah dimulai sejak 5000 tahun yang lalu.


Apa Itu Minyak Esensial?


Mengapa minyak esensial kini banyak dicari? Sebenarnya apa itu essential oil dan dari mana didapatkannya? Bagi Anda yang baru tertarik akan minyak esensial, topik ini akan dibahas secara lengkap mulai dari pengertiannya. Essential oil adalah produk alami yang didapatkan dari hasil ekstraksi sebuah tanaman. Hasil ekstraksi ini didapatkan dari pemrosesan daun, batang, akar, bunga, atau bisa juga dari bagian buah. Sayangnya, tidak semua tanaman bisa diekstrak menjadi minyak esensial. Meskipun, tanaman tersebut sebenarnya jika diproses dengan cara yang berbeda misal menggunakan mesin, sebenarnya bisa.


Ada berbagai alasan mengapa sebuah tanaman tidak bisa diekstrak menjadi minyak esensial. Salah satu yang paling umum adalah produksi minyak yang dihasilkan tidak sepadan. Contohnya saja dengan Lilac, bunga ini memang sangat wangi tetapi, tidak pas jika diproses menjadi minyak esensial. Alasan lain, hasil yang dihasilkan tidak bisa menutupi ongkos produksi dan juga beban kerja. Jadi, akan lebih menguntungkan dan bisa dimanfaatkan dengan maksimal apabila memilih tanaman yang memang cocok. Hingga saat ini ada 250.000 jumlah tanaman, dari sebanyak itu hanya 450 jenis yang bisa dimanfaatkan untuk minyak esensial. Sisanya, masih belum dimanfaatkan karena berbagai alasan di atas.




Sejarah Penggunaan Minyak Esensial

Essential oil secara umum memang mulai digunakan pada masa Yunani dan Romawi kuno. Akan tetapi, asal mula penggunaan minyak esensial ini sebenarnya dimulai dari negeri Piramida. Fakta ini didapat dari sebuah kertas Ebers Papyrus Mesir Kuno yang berisi kompilasi resep kuno berbagai ramuan penyembuhan. Resep tersebut diperkirakan paling awal berasal dari 3500 tahun sebelum masehi.


Dalam gulungan kertas tersebut, resep yang tertulis sangatlah rinci. Ada berbagai resep yang disertai dengan upacara perayaan dan lain-lain. Pemanfaatan yang paling jelas pada masa Mesir kuno adalah ketika digunakan untuk pemumian. Juniper essential oil dicampur dengan berbagai bahan lain seperti kayu manis, resin, dan jenis kayu cedar.


Cara Pembuatan Minyak Esensial

Pembuatan minyak esensial secara umum ada 2 cara yaitu steam atau destilasi dengan air dan cold pressing. Kedua cara ini perbedaanya ada di penggunaan panas dan dingin untuk mengeluarkan minyak.


Pada steam atau destilasi air, uap panas dibuat menyelimuti seluruh bagian tanaman. Proses yang berlangsung minimal selama 6 jam ini perlahan akan membuat minyak keluar. Minyak inilah yang ditampung dan kemudian menjadi minyak esensial yang Anda kenal. Proses kedua yaitu cold pressing, ekstraksi menggunakan metode ini lebih rumit daripada steam. Untuk metode cold pressing dibutuhkan mesin yang intinya bertujuan untuk menekan dan memeras minyak keluar. Bayangan mudahnya, seperti ketika akan membeli jeruk peras, tanaman dijepit supaya sarinya keluar.


Kedua proses ini sama-sama baiknya dan mampu menjaga kualitas dengan baik. Hanya saja, cold pressing benar-benar menjaga suhu tanaman dan minyak supaya tetap stabil. Hal ini membuat kualitas minyak esensial yang dihasilkan terjamin dan tidak akan rusak. Jadi, ketika Anda menemukan harga essential oil dari tanaman yang sama tetapi, lebih mahal jangan heran ya. Dilihat terlebih dahulu labelnya, bisa jadi salah satu alasan karena proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode cold pressing.


Minyak Esensial yang Sering Digunakan dan Manfaatnya



Disebutkan di atas bahwa ada 450 jenis tanaman yang bisa diproses menjadi minyak esensial. Diantara begitu banyaknya, ada beberapa tanaman yang lebih populer digunakan, apa saja, ya?


1. Lavender

Minyak esensial yang berasal dari lavender memiliki bau bunga yang khas ditambah rempah spesial. Jadi, jangan heran jika selain digunakan untuk membuat tidur lebih nyaman, baunya juga bisa untuk mengusir serangga. Manfaat lain dari minyak lavender adalah untuk membantu mengobati kulit yang terbakar matahari. Pastikan campur dahulu dengan carrier oil seperti jojoba atau coconut oil sebelum digunakan.


2. Rosemary

Untuk yang suka bau kuat, segar, dan sedikit berbau herbal rosemary sangatlah cocok. Fungsinya lebih untuk meringankan nyeri pada sendi sehingga, sering digunakan untuk pemijatan.


3. Peppermint

Apabila bau rosemary masih kurang segar, peppermint mungkin yang Anda cari. Baunya fresh mint, dan juga cool, dari wanginya ini bisa membuat tubuh menjadi lebih berenergi dan bersemangat.


4. Tea Tree

Tea tree essential oil lebih sering digunakan untuk perawatan wajah berjerawat. Selain itu, sebenarnya juga bisa dimanfaatkan untuk deodoran. Aromanya sangat kuat, sedikit menusuk, dan hampir seperti bau bumbu.


5. Lemon

Minyak yang diekstraksi dari lemon baunya cukup ringan, sedikit manis, dan khas bau citrus. Kebanyakan minyak ini difungsikan sebagai astringent wajah, menyegarkan, dan juga untuk mengatasi masalah jerawat. Sebelum menggunakannya pastikan campur essential oil dengan carrier oil. Beberapa carrier oil yang bisa digunakan misalnya, jojoba oil, coconut oil, almond oil, atau grape seed oil.


6. Sweet Orange

Berbeda dengan lemon, bau sweet orange atau jeruk manis lembut tetapi, awet. Umumnya digunakan untuk melancarkan sistem pencernaan sekaligus menenangkan.


7. Cedarwood

Untuk yang suka bau natural, alami, seperti berada di hutan, cedarwood benar-benar bisa menenangkan. Apalagi, baunya pekat sehingga tidak mudah hilang dan awet. Selain untuk menenangkan dan menghilangkan stress, cocok juga untuk membantu Anda tidur dan melegakan saluran nafas.


Cara Menggunakan Minyak Esensial


Secara garis besar cara penggunaan minyak esensial dibagi menjadi 2, yaitu untuk dihirup, dan dioles. Tentu saja dalam penggunaannya, kedua cara tersebut memiliki rambu-rambu tersendiri. Satu hal yang sangat penting untuk diingat adalah, sebelum menggunakan, pastikan Anda tidak alergi. Apabila ternyata sampai alergi, maka manfaatnya tidak terasa dan hanya akibatnya saja seperti ruam atau muntah.


Apabila tidak alergi dan juga tidak ada penyakit berat yang tidak disarankan untuk menggunakan minyak esensial, bisa baca informasi berikut :


1. Dihirup

Minyak esensial yang diperuntukan untuk dihirup biasanya diproses menggunakan cara steam distilasi. Untuk menghirupnya ada banyak cara, bisa secara langsung, menggunakan diffuser, atau dicampur peralatan mandi.


Cara dihirup merupakan cara yang paling aman karena tidak langsung masuk ke sistem tubuh. Selain itu, tidak semua minyak esensial bisa dioles dan juga dikonsumsi.


2. Dioles

Penggunaan dengan cara dioles biasanya untuk mengobati kondisi kulit atau untuk pijat. Sebelum menggunakannya perhatikan label kemasan terlebih dahulu. Apakah jenis minyak esensial yang Anda gunakan harus dilarutkan terlebih dahulu atau tidak.Ada beberapa jenis minyak esensial yang terlalu kuat dan perlu dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkannya bisa menggunakan carrier oil seperti minyak almond atau minyak alpukat.

Pelarutan yang lazim perbandingannya adalah menambahkan 6 tetes essential oil ke 1 ons carrier oil. Beberapa jenis minyak esensial yang bisa mengiritasi kulit jika tidak dilarutkan dahulu diantaranya adalah :

● Kayumanis

● Salam

● Cengkeh

● Citurn

● Serai

● Oregano

● Thyme


Cara Mengecek Alergi Terhadap Minyak Essential

Ada cara mudah untuk mengetes apakah Anda memiliki alergi terhadap minyak esensial tertentu atau tidak. Silahkan langsung ikuti cara-cara di bawah ini secara runtut, ya :


1. Bersihkan lengan bagian dalam menggunakan sabun natural tanpa bau

2. Keringkan menggunakan handuk lembut sampai benar-benar kering

3. Oleskan beberapa tetes minyak esensial yang dilarutkan langsung pada kulit

4. Usapkan merata dan jangan terlalu tebal

5. Tutup dengan kapas bersih

6. Tunggu sampai 24 jam

7. Lepaskan kapas

8. Bersihkan kembali lengan dengan sabun natural tanpa bau dan keringkan.


Perhatikan lengan setelah kering, apakah ada tanda kemerahan, gatal, luka, atau bengkak. Jika iya, maka Anda alergi terhadap minyak esensial tersebut dan harus menghentikan penggunaanya. Apabila tanda-tanda tersebut datang sebelum 24 jam maka, segera bersihkan saat itu juga.


Bagaimana Memilih Minyak Esensial yang Berkualitas

Tujuan penggunaan minyak esensial jelas supaya bisa menikmati manfaatnya. Untuk itu, dalam membeli juga harus dipastikan kualitasnya. Percuma bukan apabila sudah digunakan tetapi, tidak ada manfaat yang didapati, betul? Untuk itu sebelum membeli minyak esensial, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu.


1. Bagaimana Minyak Esensial Diekstraksi

Cara ekstraksi minyak esensial sudah dijelaskan di atas tetapi, selain itu masih ada cara lain. Perbedaan cara ekstraksi akan sangat berpengaruh pada kualitas minyak yang dihasilkan. Untuk itu, pastikan informasi cara ekstraksi minyak esensial terdapat di kemasan atau website produsen.


2. Organik atau Tidak

Ada 2 tipe minyak esensial, yaitu minyak esensial organik dan yang biasa. Perbedaan keduanya ada di kualitas, bagaimana tanaman dipelihara, dan juga harganya. Minyak esensial organik jelas lebih mahal dan bahkan bisa mencapai 70% lebih tinggi. Ini karena semua proses yang diperlukan untuk membudidayakan tanaman dengan cara organik. Untuk membuktikan apakah organik atau tidak, dijelaskan dengan sertifikat. Produsen harus memiliki sertifikat organik yang dikeluarkan oleh LPSO/ Sertifikat ini berlaku untuk satu tanaman saja sehingga, masing-masing minyak esensial harus memiliki sertifikatnya.


3. Lulus Uji Lab

Minyak esensial yang berkualitas tentu sudah melalui serangkaian uji lab yang bisa dibuktikan. Produsen yang baik dan jujur akan melampirkan hasil tes lab ini sehingga bisa diakses dengan bebas. Apabila minyak esensial yang Anda beli tidak bisa ditemukan hasil uji labnya, maka perlu curiga.


Dimana Membeli Minyak Esensial Berkualitas?

Untuk membeli minyak esensial yang berkualitas haruslah dari produsen yang jelas dan profesional. Produsen haruslah bisa menunjukan semua sertifikat yang dibutuhkan seperti uji lab, dan organik apabila menjual minyak organik. Informasi mengenai asal tanaman juga sebaiknya ditujukan dengan jelas. Hal ini agar konsumen tahu seberapa baik minyak yang dihasilkan.


Kriteria-kriteria penting tersebut bisa Anda temui di darjeelingaroma.com. Kami hanya menyediakan minyak esensial berkualitas. Semua sertifikat yang dibutuhkan seperti uji lab, bisa Anda lihat dengan jelas. Tidak hanya sekedar sertifikat bahkan, Anda juga bisa melihat informasi lengkap seputar minyak esensial. Misalnya seperti aman dicampurkan dengan campuran apa, dan sebagainya. Semua merk yang dijual Darjeeling juga 100% minyak esensial murni. Ada 2 tipe yaitu biasa dan juga organik. Bisa dibilang Darjeeling adalah produsen merk minyak essential oil lokal yang bisa Anda percaya.

Demikian informasi seputar minyak esensial dari pengertian, manfaat, cara penggunaan, sampai dimana harus membelinya. Jadi, kalau Anda tertarik sudah tahu seluk beluknya serta tidak bingung minyak esensial beli dimana yang jelas berkualitas.