Blog

Panduan Membeli dan Menggunakan Aromatherapy Oil
...

Popularitas aromatherapy oil saat ini sedang menanjak, terutama berkat pemasaran melalui internet dan sosial media.


Masyarakat sendiri, tanpa disadari, sebenarnya sudah cukup akrab dalam menggunakan minyak aromaterapi.

Benarkah?



Ya. Apalagi kalau bukan cajuput oil dari tanaman Melaleuca cajuputi atau Melaleuca leucadendra, yang lebih terkenal dengan sebutan minyak kayu putih.


Minyak kayu putih pada dasarnya memang termasuk salah satu jenis aromatherapy oil.

Lalu, kelompok minyak seperti apakah aromatherapy oil tersebut? Apa manfaatnya? Bagaimana cara memilih minyak aromaterapi yang bagus dan menggunakannya dengan efektif.


Artikel ini akan mengulas tentang minyak aromaterapi dengan lengkap. Baca sampai habis agar Anda bisa mendapatkan manfaat terbaik dari aromatherapy oil tersebut.


Kenali Aromatherapy Oil

Aromatherapy oil atau minyak aromaterapi merupakan sebutan untuk minyak esensial (essential oil) yang digunakan untuk terapi kesehatan. Minyak esensial sendiri merupakan minyak atsiri, yaitu minyak yang berasal dari ekstrak tanaman dalam wujud yang kental, cair dalam suhu ruang, dan mudah menguap.


Karena ada bermacam-macam tanaman yang dapat diambil ekstraknya dalam bentuk minyak, maka ada beragam jenis minyak esensial. Contohnya: cajuput oil atau minyak kayu putih, lavender oil, peppermint oil, oregano oil, jasmine oil, dan masih banyak lagi.


Ketahui Perbedaan Aromatherapy Oil dan Essential Oil

Apa bedanya minyak aromaterapi dengan minyak esensial?


Bahan dasarnya adalah sama-sama minyak atsiri, tapi kedua memiliki konsentrasi kandungan minyak atsiri yang berbeda.


Minyak esensial memiliki kandungan 100% minyak atsiri, yang berarti murni, tanpa campuran apapun. Sedangkan minyak aromaterapi memiliki konsentrasi antara 2 - 10% minyak atsiri, dan sisanya adalah minyak pembawa (carrier oil).



Mengapa untuk dapat digunakan sebagai aromatherapy oil, terlebih dahulu essential oil harus dicampur dengan carrier oil? Ada 2 alasan utama untuk itu.


Pertama, karena minyak esensial sangat poten (kuat). Jika minyak kayu putih di pasaran hanya mengandung sekitar 10% minyak atsiri, Anda bayangkan seberapa panasnya jika konsentrasinya adalah 100%.


Kedua, karena minyak esensial dapat memicu reaksi alergi pada beberapa tipe kulit. Penderita dermatitis atopik atau yang punya sejarah reaktif terhadap produk-produk topikal (yang digunakan di kulit) mungkin akan mengalami reaksi alergi. Dengan menurunkan konsentrasinya menjadi lebih encer, reaksi tersebut akan dapat dihindari.


Perbedaan minyak esensial dan minyak aromaterapi lainnya adalah pada penggunaannya. Minyak aromaterapi esensial memiliki penggunaan yang lebih luas sedangkan minyak aromaterapi cenderung digunakan hanya dalam proses aromaterapi.


Ketahui 7 Manfaat Aromaterapi

Aromaterapi merupakan sebutan untuk praktik penggunaan minyak esensial untuk mendapatkan manfaat terapeutik berupa pencegahan dan penanganan penyakit. Sedikitnya ada 7 manfaat aromaterapi yang sudah memasuki tahap penelitian secara klinis.


1. Mengurangi Stres dan Kecemasan (Anxiety)

Stres dan gangguan kecemasan merupakan kondisi psikologis berupa kekhawatiran yang berlebihan dan terkadang tidak rasional. Kondisi mental ini dapat memberikan efek timbal balik ke tubuh (psikosomatik) dan memperparah kondisi jika tidak diterapi. Aromaterapi dapat membantu pelepasan hormon santai (serotonin) yang memperbaiki suasana hati dan mengurangi kegelisahan.


2. Meringankan Depresi

Kecemasan yang tidak terkendali dapat menimbulkan perasaan tidak berharga, tidak berguna, dan putus asa yang berujung depresi. Baik kecemasan dan depresi merupakan dua serangkai kondisi mental yang saling menguatkan seperti lingkaran setan. Aromaterapi dapat mengurangi kecemasan sekaligus meringankan depresi sehingga hasil terapi akan meningkat positif secara signifikan.


3. Menghilangkan Insomnia dan Memperbaiki Kualitas Tidur

Sebagian besar insomnia disebabkan oleh kondisi psikologis, terutama gangguan kecemasan. Karena itu melakukan terapi terhadap gangguan kecemasan memberikan dampak positif terhadap insomnia. Aromaterapi membuat tubuh dan pikiran Anda lebih santai dan siap untuk tidur dengan nyenyak dan berkualitas.


4. Meringankan Nyeri, Sakit Kepala, dan Migrain

Setiap orang memiliki ambang batas rasa nyeri, yang jika terlampaui, maka akan merasakan sakit. Nyeri ini penting sebagai salah satu pertanda ada serangan atau kelainan pada tubuh. Namun, nyeri yang ekstrim atau berlangsung lama (kronis) dapat mengganggu kualitas hidup Anda.


Migrain, sakit kepala, dan nyeri kronis sering menjadi hal yang mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.

Aromaterapi akan membantu meringankan rasa nyeri tersebut dan memperbaiki kualitas hidup (di bidang kesehatan).


Terapi ini juga bermanfaat untuk ibu melahirkan, yaitu dengan mengurangi kegelisahan serta tingkat nyeri akut yang ekstrim.


5. Meredakan Mual dan Memperbaiki Nafsu Makan

Mual merupakan rasa tidak nyaman di perut yang membuat Anda ingin muntah.


Meski dapat berfungsi sebagai salah satu mekanisme pertahanan tubuh dari serangan benda asing, jika berlebihan akan sangat mengganggu. Terutama jika mual tersebut diinisiasi lewat aroma atau kondisi internal tubuh, bukan akibat masuknya benda asing.


Aromaterapi dapat membantu meredakan mual dan mengurangi rasa ingin muntah dari kedua kondisi tersebut.

Hal ini juga dapat sekaligus memperbaiki nafsu makan, terutama pada kondisi sensitif bau seperti ibu hamil atau sedang sakit.


6. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Sistem imun menjadi salah satu faktor utama yang membantu kesembuhan dari penyakit. Ajaibnya, ia berhubungan timbal balik dengan kondisi tubuh maupun pikiran pasien.


Orang sehat memiliki kekebalan tubuh yang kuat, dan sebaliknya, orang dengan kekebalan tubuh yang kuat akan sehat. Pada saat kondisi sakit, kekebalan tubuh menurun, tapi harus bekerja lebih kuat agar dapat sembuh.


Aromaterapi akan membantu memperkuat kekebalan tubuh, meningkatkan sistem imun dan mempercepat kesembuhan. Efek ini didapat baik dari psikologis maupun fisiologis tubuh.


7. Membantu Melawan Jamur, Bakteri dan Virus

Jika digunakan secara topikal (dioleskan ke kulit), aromaterapi bermanfaat melawan jamur, bakteri, dan virus.


Bahkan, studi laboratorium dari John Hopkins Medicine, minyak esensial tertentu memiliki efektivitas lebih besar dari antibiotik dalam melawan bakteri lyme yang persisten.


Meski begitu, tidak dianjurkan menggunakan aromaterapi sebagai terapi utama, melainkan terapi komplementer (pelengkap). Karena studi klinis penggunaan minyak esensial masih menunjukkan hasil yang beragam.


7 Cara Penggunaan Aromatherapy Oil yang Aman

Menggunakan minyak aromaterapi dengan cara dikonsumsi langsung sangat tidak disarankan. Begitu juga penggunaan minyak esensial langsung tanpa diencerkan (lihat bagian “perbedaan aromatherapy oil dan essential oil).


Ada 7 cara menggunakan minyak aromaterapi yang terbukti aman dan efektif memberikan efek terapeutik.


1. Pijat

Campurkan minyak aromaterapi dengan minyak pijat untuk memberikan efek relaksasi yang menyeluruh. Tidak hanya terhadap tubuh, tapi juga pikiran. Terapi pijat juga membantu tubuh Anda menyerap kandungan minyak esensial secara langsung melalui kulit.


2. Mandi

Tidak ada yang mengalahkan kenikmatan mandi yang diperkaya dengan minyak aromaterapi setelah satu hari yang melelahkan. Menambahkan 6-8 tetes minyak aromaterapi ke dalam bak mandi akan membantu Anda mendapatkan efek relaksasi yang sempurna bagi pikiran dan tubuh Anda.


3. Merendam Kaki

Jika Anda tak kuat berendam lama, Anda dapat merendam kaki Anda saja, terutama setelah seharian kerja di lapangan. Cukup tambahan 2-3 tetes minyak aromaterapi akan membantu meredakan nyeri dan kelelahan pada kaki Anda.


4. Gurah Uap

Gurah uap dilakukan dengan menghirup uap air panas dalam-dalam yang sudah ditetesi aromatherapy oil.


Caranya, teteskan 2-3 tetes minyak aromaterapi pada sebuah baskom yang berisikan air panas dan. Posisikan hidung Anda di atasnya dan hirup uapnya dalam-dalam. Agar hasil optimal, Anda dapat meletakkan selembar handuk di atas kepala sebagai tudung. Terapi ini sangat baik dilakukan untuk penderita pilek, flu, atau terapi rutin untuk sinusitis kronik.


5. Instant Relief

Terapi instan menggunakan minyak aromaterapi sebagai inhaler untuk meredakan pilek dan hidung tersumbat secara langsung. Caranya teteskan 2-3 minyak aromaterapi pada tisu dan letakkan langsung di bawah hidung untuk dihirup. Terapi ini sangat baik untuk penderita flu, pilek, atas asma yang tidak memungkinkan menghirup uap air lama-lama.


6. Topical

Penggunaan topikal berupa dioleskan langsung pada kulit dalam bentuk lotion, cream, dan lain-lain. Efek penggunaan topical aromatherapy oil bertahan cukup lama karena melekat langsung di kulit. Tapi cara ini harus dilakukan hati-hati, terutama pada kulit sensitif dan penggunaan minyak aromaterapi yang kental.


7. Diffuser

Diffuser adalah sebutan untuk alat yang mengubah aromatherapy oil menjadi uap sehingga dapat tersebar ke penjuru ruang. Diffuser dapat berupa vaporiser yang menguapkan minyak aromaterapi (dengan tenaga listrik) atau burner yang dibakar langsung. Penggunaan diffuser sebaiknya digunakan untuk personal, bukan umum. Karena setiap orang mungkin memiliki respon yang berbeda pada paparan terhadap minyak aromaterapi.


3 Macam Aromaterapi


Dari macam-macam penggunaan tersebut, dikenal macam-macam aromaterapi dalam bentuk berikut yang tersedia di pasaran.


1. Aromaterapi bakar

Dapat berupa lilin aromaterapi atau dupa (incense stick) yang dibakar dan bertahan selama jangka waktu tertentu


2. Aromaterapi tetes

Berbentuk minyak aromaterapi yang dapat berfungsi sebagai parfum, cream, lotion, atau minyak tetes.


3. Aksesoris aromaterapi

Berupa kalung, gelang, atau aksesoris lain yang punya sifat absorbsi dan dapat ditetesi aromatherapy oil untuk dihirup sepanjang hari.


5 Langkah Memilih Aromatherapy Oil yang Asli

Langkah berikut bermanfaat bagi pemula ataupun ahli untuk membeli minyak aromaterapi yang asli.


1. Baca Label dan Temukan Hal Berikut

Di label harus tertera nama latin dari tanaman yang menjadi sumber minyak esensial, beserta tingkat kemurnian, dan negara tempat tanaman tersebut berasal.


2. Kemasan Berbentuk Botol Kaca yang Agak Gelap

Minyak esensial sangat poten, jika diletakkan dalam botol plastik dalam waktu lama dapat melarutkan sebagian lapisan botol. Karena itu dikemas dalam botol kaca yang agak gelap agar dapat menjaga bentuk dan kemurniannya.


3. Pilih Perusahaan yang Memiliki Reputasi

Ingat nama perusahaan yang menjual/mengemas dan pastikan ia memiliki reputasi yang baik. Reputasi dapat dilihat dari pengalaman yang lama, maupun janji garansi dan pemenuhannya.


4. Hindari Bentuk Parfum

Jika Anda menginginkan efek terapeutik yang baik, hindari yang berbentuk parfum. Bentuk parfum maksudnya sudah tercampur dengan bahan kimia lain.


Namun, bedakan antara campuran bahan kimia dengan campuran carrier oil (minyak pembawa). Sekali lagi, lihat label untuk melihat kandungan apa saja yang terdapat pada aromatherapy oil tersebut.


5. Bandingkan Harga Sesuai Kelangkaan

Harga minyak aromaterapi bervariasi tergantung kelangkaan atau tingkat kesulitan mendapatkannya.


Minyak esensial seperti cajuput oil dan eucalyptus oil mungkin hanya berharga sekitar Rp 20-30 ribu per 10 ml. Sedangkan rose absolute oil dan sandalwood essential oil dapat mencapai di atas Rp 180 ribu untuk volume yang sama.


Daftar Patokan Harga 20 Aromatherapy Oil

Untuk membantu Anda membeli minyak aromaterapi yang asli, berikut ini kami sajikan daftar harga 20 jenis minyak aromaterapi terpopuler.



Harga tersebut dapat Anda jadikan standar pertimbangan dalam memilih minyak esensial yang asli. Jika harga lebih rendah, Anda boleh meragukan keaslian dan kemurnian minyak esensial tersebut. Minyak esensial asli dan alami yang diambil dari petani langsung memang memiliki standar harga tertentu.


Apakah Anda sudah berpengalaman dalam membeli aromatherapy oil? Apa saja jenis aromatherapy atau essential oil yang pernah Anda beli?